
Nuansa hangat terasa begitu kuat dalam kunjungan kerja Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Dzulfikar Ahmad Tawalla, ke Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada Selasa (26/5) hingga Rabu (27/5).
Di tengah momentum Iduladha, pemerintah tidak hanya membawa agenda birokrasi, tetapi juga menghadirkan pesan simbolik bahwa negara hadir lebih dekat dengan masyarakat, termasuk dalam upaya memperkuat pelindungan bagi Pekerja Migran Indonesia.
Setibanya Wamen Dzulfikar di Bandara Pangkalpinang dan mengawali rangkaian kegiatan dengan menghadiri jamuan makan malam bersama Wali Kota Pangkalpinang di rumah dinas wali kota, Kepulauan Bangka Belitung, Selasa (26/5/2026).
Pertemuan tersebut menjadi ruang silaturahmi sekaligus konsolidasi lintas instansi dalam memperkuat koordinasi pelayanan publik, khususnya yang berkaitan dengan tata kelola penempatan dan pelindungan Pekerja Migran Indonesia.
Masih dalam rangkaian kunjungan kerja Wamen Dzulfikar di Pangkalpinang, momentum yang menyentuh terjadi pada hari kedua yang bertepatan dengan Hari Raya Iduladha. Wamen Dzulfikar menjadi imam salat Id berjamaah bersama masyarakat setempat di Masjid Muhajirin, Pangkalpinang, Rabu (27/5/2026).
Selepas salat, Wamen Dzulfikar berdialog langsung dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, dan warga sekitar mengenai pentingnya penguatan nilai kebersamaan serta kepedulian sosial dalam mendukung pelindungan Pekerja Migran Indonesia.
Wamen Dzulfikar menegaskan bahwa pelindungan pekerja migran tidak dapat dipisahkan dari penguatan hubungan sosial dan kehadiran negara di tengah masyarakat.
“Pekerja migran adalah bagian penting dari kekuatan bangsa. Karena itu, negara tidak boleh hadir hanya saat ada persoalan, tetapi juga harus hadir dalam kehidupan sosial dan spiritual masyarakat. Dari masjid, dari ruang kebersamaan seperti ini, kita membangun kepercayaan dan kepedulian bersama,” kata Dzulfikar.
Ia juga menekankan bahwa pendekatan pelayanan pekerja migran ke depan harus semakin humanis, kolaboratif, dan berbasis penguatan komunitas masyarakat.
Sementara itu, Kepala BP3MI Sumatera Selatan, Waydinsyah, mengatakan kunjungan kerja tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah guna meningkatkan kualitas pelayanan serta pelindungan pekerja migran.
“Bangka Belitung memiliki potensi besar dalam penguatan literasi migrasi aman dan peningkatan kualitas sumber daya manusia calon pekerja migran. Kehadiran Bapak Wakil Menteri menjadi bentuk nyata perhatian pemerintah kepada masyarakat daerah,” ujar Waydinsyah.
Ia menambahkan bahwa kegiatan keagamaan bersama masyarakat menjadi medium efektif dalam mempererat hubungan antara pemerintah dan warga, sekaligus memperkuat edukasi mengenai migrasi aman.
“Kehadiran pemerintah di tengah masyarakat bukan sekadar agenda seremonial. Ini adalah bagian dari upaya membangun kedekatan emosional agar masyarakat memahami bahwa negara serius memberikan pelayanan dan pelindungan kepada pekerja migran Indonesia,” jelas Waydinsyah.
Menurutnya, penguatan sinergi dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat menjadi salah satu langkah strategis dalam membangun kesadaran kolektif mengenai pentingnya prosedur migrasi yang aman dan legal.
Kunjungan kerja tersebut turut didampingi jajaran pemerintah daerah dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Bangka Belitung. Kunjungan tersebut meninggalkan pesan kuat bahwa pelindungan pekerja migran tidak semata dilakukan melalui kebijakan administratif, tetapi juga melalui pendekatan sosial, budaya, dan spiritual yang memperkuat hubungan antara negara dan masyarakat.
Sumber: https://www.kp2mi.go.id

6/8/2026

6/5/2026

6/4/2026

6/3/2026