
Pekerja Migran Indonesia (PMI) bisa menerapkan strategi menabung sederhana untuk pulang kampung dengan memprioritaskan sisihan otomatis dari gaji dan anggaran ketat. Strategi ini disesuaikan dengan kondisi kerja di luar negeri, sambil memaksimalkan dana untuk biaya perjalanan, keluarga, dan reintegrasi.
Atur Anggaran
Gunakan aturan 50/30/20 yang disesuaikan: 50% untuk kebutuhan pokok seperti makan dan kontrakan, 20% tabungan langsung untuk pulang kampung, serta 30% kiriman keluarga dan cadangan. Sisihkan tabungan sebagai "tagihan pertama" begitu gaji masuk ke rekening terpisah, idealnya 30-70% gaji, dan review mingguan via catatan ponsel untuk sesuaikan fluktuasi kurs.
Hindari Pengeluaran Impulsif
Buat daftar belanja sebelum ke mal atau online, prioritaskan kebutuhan seperti tiket pulang daripada gadget baru, dan tunggu 24-48 jam sebelum beli non-esensial. Batasi hiburan seperti makan luar dengan masak sendiri, serta manfaatkan promo resmi saja untuk kurangi godaan.
Otomatisasi Tabungan
Gunakan transfer terjadwal via fintech seperti Wise atau Moolahgo untuk tabung dan kirim otomatis, plus buka rekening khusus di bank Indonesia seperti BNI untuk dana darurat 3-6 bulan gaji. Pantau via app SIPMI atau Kwerja.com, dan pertimbangkan investasi emas untuk lindungi nilai dari inflasi.
Rencana Pulang Kampung
Mulai perencanaan 2-3 bulan sebelumnya: hitung biaya tiket, transport daerah asal, dan barang bawaan (batas USD500 untuk PMI terdaftar BP2MI). Ikuti pelatihan BK-TKI via BP2MI untuk arahkan tabungan ke usaha keluarga pasca-pulang, serta daftar SiskoP2MI untuk dukungan reintegrasi.

3/31/2026